Posted by: sittaresmiyanti on: Oktober 18, 2009
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Perilaku adalah sesuatu yang dilakukan, dikatakan, dilihat, dirasakan, dan didengar sebagai rangkaian aktivitas seseorang. Perilaku tentunya dapat diukur dengan mengetahui frekuensi, durasi, intensitas dan apa yang dihasilkannya. Pun demikian, ketika kita ingin mengarahkan perilaku anak autistik ke arah yang sesuai dengan instruksi edukatif. Perilaku malas mengerjakan tugas-tugas sekolah – bagi anak yang masuk ke sekolah inklusi – dapat diarahkan kalau respon terhadap perilaku itu tepat. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: April 3, 2009
Oleh SITTA R MUSLIMAH
(Artikel ini dimuat di Kompas Jabar)
Terapi Applied Behavior Analysis atau ABA sering digunakan untuk penanganan anak autistik. Terapi ini sangat representatif bagi penanggulangan anak spesial dengan gejala autisme. Sebab, memiliki prinsip yang terukur, terarah dan sistematis; juga variasi yang diajarkan luas; sehingga dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, sosial dan motorik halus maupun kasar. Terapi ABA adalah metode tatalaksana perilaku yang berkembang sejak puluhan tahun, ditemukan psikolog Amerika, Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat, Ivar O. Lovaas (Handojo, 2003:50). Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Februari 24, 2009
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Kehadiran anak autistik di dalam keluarga menyebabkan perubahan yang cukup besar dalam berbagai aspek kehidupan. Orang tua harus memberikan perhatian yang jauh lebih besar kepadanya secara spesial. Interaksi dan disiplin yang diterapkan harus disesuaikan dengan karakter anak autistik. Dalam kehidupan sehari-hari saudara sekandung mestinya menyesuaikan diri dengan adik/kakaknya yang autis seperti interaksi, komunikasi, kegiatan rekreasi, makanan yang dikonsumsi, dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Februari 24, 2009
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Pendidikan terhadap anak sejatinya berlangsung sepanjang masa (long live education). Dengan demikian, seorang anak akan merasakan ketenangan dan ketentraman ketika mengarungi hidup ini. Dalam mewujudkannya adalah dengan memasukkan mereka ke sekolah. Baik sekolah formal maupun informal, sehingga memengaruhi karakter, kepribadian, wawasan, life skill dan sikap hidup anak di masa mendatang. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Desember 2, 2008
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Artikel dimuat Kompas jabar, 20 November 2008
Kegiatan membaca adalah salah satu faktor penentu kecerdasan seseorang. Dengan rajin membaca, seseorang akan memperoleh ilmu dan wawasan, sehingga dirinya dapat mengembangkan potensi ke arah yang positif. Maka, kegiatan bertajuk Hari Kunjungan Perpustakaan, saya pikir adalah jalan menuju tersedianya “library for all”, yang membutuhkan dukungan kalangan pendidik agar menumbuhkan minat baca dalam diri peserta didiknya (anak-anak). Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Oktober 30, 2008
KOmpas Jawa Barat, Kamis, 30 Oktober 2008
Oleh Sitta R Muslimah
Rentang masa perkembangan anak semestinya dipenuhi kegembiraan sehingga berpengaruh positif bagi jiwanya. Akan tetapi, kecemasan dan ketakutan anak sekarang hadir di mana-mana: di sekolah, di jalanan, bahkan di rumah yang dihuni orangtuanya sekalipun. Kak Seto, dalam suatu kesempatan, pernah mengklaim bahwa kekerasan terhadap anak yang dilakukan orangtua mencapai angka 80 persen.
Saya pikir, ketika anak akrab dengan kekerasan, ancaman kehilangan jati diri, kepercayaan, dan kemandirian dalam dirinya akan menghilang. Maka, menciptakan lingkungan yang menenteramkan anak adalah keniscayaan yang tak bisa ditawar-tawar. Sebab, tanpa situasi tenteram dan tenang, anak akan merasa tertekan sehingga berakibat pada terganggunya perkembangan jiwa. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: September 11, 2008
Sumber Kompas, Kamis, 11 September 2008 | 16:06 WIB
Saat ini Muslim Indonesia yang menginjak usia dewasa dan sehat walafiat diwajibkan melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Adapun bagi anak-anak yang belum akil balig, ibadah ini tidak wajib dilaksanakan kecuali bagi keluarga yang ingin menanamkan nilai moral dalam diri anak. Dengan membiasakan puasa pada bulan Ramadhan, orangtua mengharapkan anaknya menjadi manusia yang jujur, disiplin, dan peduli terhadap orang di sekitar.
Tujuan mereka memang baik. Akan tetapi, ketika pelaksanaan ibadah puasa diperintahkan secara keras, hal itu akan berakibat buruk bagi perkembangan moral anak. Anak-anak ketika dipaksa orangtua untuk menyelesaikan puasa sehari penuh, kendati tidak kuat, tentu akan berusaha membohongi orangtua. Mereka berpura-pura puasa di depan orangtua, sedangkan ketika di hadapan mereka tidak ada orang yang melihat biasanya mereka berbuka. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: April 2, 2008
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Artikel ini dimuat Kompas Jawa Barat, Sabtu 03 2008
Malang nian nasib anak-anak autis dari kalangan keluarga tidak mampu. Mereka harus rela ditelantarkan para pendidik dan lembaga pendidikan karena biaya pendidikan bagi anak autis di Indonesia harganya selangit. Kasus ini menimpa seorang Satpam di daerah Jakarta yang harus membiayai pendidikan anaknya yang autis sebesar seratus ribu per hari, sedangkan gajinya tidak sampai seratus ribu per hari.
Realitas seperti di atas mengindikasikan bahwa memiliki anak berkebutuhan khusus memang harus berduit atau kaya. Lantas, bagaimana nasib anak autis dari kalangan tidak mampu? Apakah mereka harus merelakan diri hidup tanpa bimbingan dan pendidikan? Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Februari 14, 2008
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Mendongeng atau story telling ternyata dapat dijadikan sebagai media membentuk kepribadian dan moralitas anak usia dini. Sebab, dari kegiatan mendongeng terdapat manfaat yang dapat dipetik oleh pendongeng (orangtua) beserta para pendengar (dalam hal ini adalah anak usia dini). Manfaat tersebut adalah, terjalinnya interaksi komunikasi harmonis antara oran gtua dengan anaknya di rumah, sehingga bisa menciptakan relasi yang akrab, terbuka, dan tanpa sekat. Baca entri selengkapnya »
Posted by: sittaresmiyanti on: Januari 3, 2008
Oleh SITTA R MUSLIMAH
Komentar Terakhir